jawaban-jawaban


yang menandakan manusia itu manusia adalah sifat-sifat kemanusiaannya, yang melekat di darahnya, yang terpancar dari raut wajahnya..

jadi sudah sepantasnya manusia mengasah sifat kemanusiaannya, tidak untuk ditutup-tutupi, tidak untuk ditunda-tunda kehadirannya,,

“dimulai dari hal-hal kecil, manusia. Seperti tidak menawar terlalu murah tukang becak tua yang telah membawamu 1 km berjalan” kata tikus kali yang kebetulan melintas di hadapanku.

aku tersentak kaget, darimana datangnya tikus bau ini?

“aku sudah memperhatikanmu sejak lama, kau mahasiswi tingkat dua yang setiap sore melewati jalan besar ini kan?”

mau tak mau aku mengangguk, mengiyakan. Bagaimana ia dengan sangat ahli menerobos fikiranku?

“aku suka fikiran-fikiranmu, tentang hidup, tentang memaknai kodrat manusia mu itu, karna kau tau, benar adanya sebagaian besar spesiesmu terlalu memendam dalam bakat perilaku baik mereka. Sepertimu, maaf yah kalau aku terlalu jujur, masih menjadi penonton konser hidup yang kejam ini, tapi yah yang sepertimu masih jauh lebih baik daripada mereka yang turut andil menjadi tokoh antagonis hidup ini.”

aku terpana. aku melonggarkan ikatan ranselku lalu jongkok perlahan memperhatikan tiap katanya.

“lalu menurutmu, apa yang harus ku lakukan sebagai manusia?”

“menurutku, ini kataku loh, kau hanya perlu lebih peduli, buat kebaikan-kebaikan kecil sambil menyunggingkan senyum, lalu aku akan mengacungkan 4 jempolku padamu.”

hahahahaaa.. ia punya sense of humor juga… Aku lalu memandang dirinya, kau tau ia sebenarnya kotor sekali. Eh tuan tikus boleh ku tau bagaimana kau membaca fikiranku? sedang aku tak punya suara, dan aku benar-benar tak menggerakkan bibirku tadi, hanya saraf-saraf otakku yang bergetar.

“anak yang polos. Aku membaca lewat sinar matamu, karena bahasa mata tak pernah berbohong. dan kau tau, bukan hanya aku yang membaca isi kepalamu. Percayalah setiap kau mengarahkan bulat matamu ke tempat yang kau ingin, sembari bertanya, menanyakan segala hal yang kau ingin maka sesuatu yang kau tanya itu mendengarmu, dan menyiapkan jawaban untuk pertanyaan yang timbul dari hatimu”

kepalaku berdenyut, bingung. maksudnya?

“hehehe, terlalu rumit yah. Dua hari yang lalu kau juga singgah ke tempat ini kan? Ingat tidak kau bercakap pada dandelion? tentang ia yang kau anggap begitu rapuh? nah sekarang mari kita menemui dandelion, akan ku buktikan padamu.”

ia berlari-lari. membimbingku ke taman dandelion tinggal.

“hei kau gadis yang menemuiku kemarin kan? sebenarnya kemarin ingin sekali menyapamu, karena jujur kau tamu pertama ku kemarin, hehehe, tapi kemarin aku agak sibuk, hari ini baru ku jawab, tak apakan gadis??”

aku tersentak kaget. jadi memang benar?

“masih meragukanku?” cocor tuan tikus dengan senyum.

tidak lagi, jawabku nyengir.

“ehmm, jadi gadis seperti ini,, mungkin karena melihat mahkotaku yang terlampau lembut, yang mudah terbawa angin, kau memaknaiku rapuh, begitu mudah terbawa arus hidup, tapi taukah kau gadis?? aku memang lemah, tak dapat melawan kehendak angin, tapi sebenarnya aku menjadikan angin sebagai mediaku berlari, berlari menggapai cita-citaku, untuk dapat menemui awan, kekasihku. hehehe”

waw,, aku menutup mulutku, terlampau kagum.

“rasa ingin tahumu terjawab?”

aku mengangguk.

“gadis, omong-omong senja memanggilmu, pulanglah, besok atau kapan-kapan kembilah kesini, bawa serta pertanyaan-pertanyaanmu, segala unsur hidup dan tak hidup dsini akan bersedia memberikan jawaban. dan ingat pesanku, pedulilah, sebarkan pada apa-apa di dekatmu kebaikanmu, sifat-sifat manusia agungmu, oke gadis??”

aku pun membenahi rokku yang sedikit kusut. Baiklah tuan tikus dan ibu dandelion. terimakasih atas jawaban-jawabannya. aku akan kesini lagi. dadah!

aku melambaikan tangan pada mereka, sudah saatnya pulang bersama senja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s