Memahat Kenangan di Jarum Jam 10 Seperti Kemarin


Pagi itu pukul 10, seperti pukul 10 kemarin dan kemarinnya lagi, dan kemarinnya kemarin. Saat seperti itu aku pasti sedang berduaan dengan Nurul –adik bungsuku dengan bulu mata nomor 1 di dunia- Saat dimana mama pergi mengajar, Ammar dan Ulla masih belajar, bapak keluar menjemput Ima di sekolah.
Saat seperti itu teman, dipukul 10 pagi yang sebentar itu aku dan Nurul akan bernyanyi. Menyanyikan lagu andalannya Nurul. Lagu Mytha yang menjadi soundtrack film arti sahabat yang tayang di indosiar itu. Nah berbekal mp3 yang kami putar lewat handphone mama yang selalu ia lupa bawa mengajar, kami melukis kenangan kami.

Mula-mulanya, selalu dan selalu, pintu ruang tamu akan di buka lebar-lebar. Nurul berdiri di atas sofa dan aku bersila di sampingnya. Ku tekan tombol play, Nurul serta merta menggantikan mytha bernyanyi.

Akuuuu bmimpiii… tang ali ini… dihat kita.. beldua.. slalu bessama…

Walau pronounciationnya berantakan kawan, tapi saat ia bernyanyi, adikku itu akan menatapku seorang. Menatap tepat di mataku. Bukan karena aku satu-satunya yang ada disitu. Bukan. Tapi aku merasa ia bernyanyi untukku. Lagu itu ia nyanyikan untukku.

Dan bila nanti.. dunia tak mengerti.. berpalinglah padaku.. tempat teraman untuk dirimuh..

Pronounciationnya sudah bagus? Hehehe, ini aku yg bernyanyi. Nurul selalu tak bisa hapal lirik ini. Maka gantian aku yang menatap ke dalam matanya. Melewati bulu matanya yang panjang nan amat lengkung. Lagu ini juga untukmu Nurul. Lagu ini janjiku padamu.

Sudah tiba waktu reff bukan? Waktu seperti itu kami akan berduet bersamaan. Berdiri di sofa, menirukan gaya vita, karina, dan angel saat cheers. Dengan dua tangan yang dipanjangkan saling silang ke depan, kami menyanyi keras. Lebih tepatnya mungkin disebut berteriak.

Kau tak sendiri (ini aku, bernyanyi keras)…

Ku slalu bessamammu (dan ini nurul, melagukan dalam nada yang tak kalah keras dan hancur daripadaku)…

Temani aku.. sampai habisnya waktu.. bialkan sajja.. idup tak muda.. asal kau selalu ada…
bessamaku… (ia pun merangkulku)

bersamakuuu… (gantian aku yang merangkulnya)
… bersamaku.

Kami pun saling berpelukan. Dengan dengan detak jantung yang hanya kami berdua yang tahu. Dengan janji di hati kami yang hanya masing-masing dari kami yang tahu. Lagu pun selesai. Bersamaan dengan deru motor bapak yang kembali ada. Kenangan pukul sepuluh itupun selesai. Sudah selesai terpahat di hati. Dan besok , di pukul 10 yang sama, kami akan bernyanyi kembali. Memahat kenangan itu lagi. Supaya kenangan itu tidak hilang. Agar kenangan itu terjaga.

Aahhh… ku sayang ko nurul dek… hikss…. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s