Baginya, Senja Itu Adalah Dia


Dia menjenguk senja kemarin

Menuntaskan bundar mata yang rindu

mempersilahkan kilau-kilau orange lewat menembus celah jemarinya yang terbuka

Kemarin, ia biarkan hatinya ikut basah

Mirip jejak kakinya yang hilang tersapu ombak

Diintipnya sekali lagi langit

Lalu langkahnya tiba-tiba melebar mengejar senja

Baginya, senja itu jelmaanmu

Maka olehnya, langkah-langkah terantuk batu tak ia perduli

Sama sekali tak terasa sakit

Mungkin sudah kebal

Atau terlanjur mati rasa

Setelah mengecap spasi yang lama, ia berhenti

Mematung begitu saja, tersadar

Benar kau adalah senja

Secepat apapun berlari, kau tetap tak terkejar

Selalunya kau memperhatikan dari jauh

Dan mengikuti seperti bayang

Advertisements

One thought on “Baginya, Senja Itu Adalah Dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s