Padam, Tak Menyala untuk Selamanya


Hari ini saya merasa tidak waras. Bukan, bukan hanya hari ini. Semenjak seminggu yang lalu pikiranku sudah layak diungsikan ke rumah sakit jiwa.

Tidak jelas masalahnya apa. Padahal kata Tereliye, semua unsur di rimba bumi punya hukum sebab-akibat. Aku yang tidak waras jelas punya alasan untuk keabsurditasanku akhir-akhir ini.

Yang ku rasa, aku hanya ingin menghilang. Melesak ke dalamnya bumi seperti seekor semut yang tertelan pasir isap. Melesat seperti satu partikel cahaya dari lampion yang sebentar lagi mati. Atau pecah bak kaca yang digilas resonansi petir.

Sungguh, saya hanya ingin lenyap, tak terlihat.

Dan bisa jadi alasan keabnormalanku adalah dia.

Advertisements

5 thoughts on “Padam, Tak Menyala untuk Selamanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s