Escaping


Sisa-sisa galau masih menganak di bawah mata. Ku bereskan barang-barangku -baju, rok, bedak, buku- untuk besok. Kali ini adalah sesi pelarian diri ke rumah yang terjauh.

Aku membenci diriku yang seperti ini. Ku rasakan penyakit hatiku sering kambuh. Muncul di waktu, tempat dan situasi yang tidak semestinya.

Mungkin aku sudah terlalu banyak melupakan Tuhanku. Mungkin ini berkat salat subuh yang ku tunaikan pukul 07.00. Mungkin karena ngaji Qur’an ku yang tidak lagi rutin tiap Maghrib. Mungkin karena bohongku yang menumpuk. Atau karena tawaku yang tidak lagi jujur.

Gambar

Aku merindukan suasana hatiku yang dulu

Aku merasa kehilangan

Ku rewindhari-hariku yang dulu. Ku lihat aku yang terlalu akrab dengan alpa. Ku lihat aku yang tak sadar bersinggungan dengan dosa. Ku lihat aku yang membuat berbagai macam alasan pembelaan untuk kesalahan yang perbuat.

Ahh sudah seharusnya Tuhan “menyikutku” hari ini. Agar aku bisa kembali bangun dari lupa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s