Dua


Gambar

Me Amor, gerimis yang kuceritakan kemarin serentak menjadi hujan hari ini. Mengguyur apa saja, membasahi siapa saja. Aku termasuk yang meringkuk kedinginan di belakang punggung Ayu yang mengemudi. Kali ini hujan tuntas memeluk aku yang tidak berjaket. Kau cemburu? Oh aku tau. Detik kau baca pesan ini kau justru akan merungut kesal padaku yang gencar memintamu (read: memaksamu) berlapis baju hangat kala cuaca dingin, sementara aku malah nyante banget menyambut hujan. Hahaha. Tolong jangan marah padaku yah? 🙂

Eh tapi lewat hujan aku menitipkan pesan padamu. Sepatah kata berisi pengharapan agar radar neptunusmu selalu tau aku mengingatmu. Oh iya, bagaimana ujianmu hari ini? Lancarkah? 🙂

Advertisements

12 thoughts on “Dua

      1. heh barokotok, sok ndak tau lagi. Appang itu naa fiktif. fiktif! hahahahaaaa

  1. suka banget sama bait yang ini “Sepatah kata berisi pengharapan agar radar neptunusmu selalu tau aku mengingatmu” .
    nice rhyme, i like this post 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s