Satu


A-ku, sekarang Makassar gerimis. Titik – titik hujan bebas jatuh mencium tanah sambil tertawa. Ada senyawa rindu yang ditebarkan gerimis. Dan bak hologram wajahmu tiba-tiba muncul. Tak tahan ku sapa mayamu lekat sambil berbisik agar bahkan mikroorganisme tanah tak usah turut dengar, “Apa kau juga rindu padaku?”

Advertisements

12 thoughts on “Satu

    1. ia, di postingan sebelumnya Dialog Hujan, sy sudah cantumkan petrichor dstu. Mkasih sudah silaturrahmi kesini Hanafi. Salam kenal 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s