Titipan dari Kakak


Dandelion, hari ini kita kedatangan tamu. Tamunya kurus dan tinggi, untung putih. Orangnya sok tau, selalu mau di bilang gagah tapi bisa di andalkan 😛

Ini pengalaman orang itu menulis untuk pertama kali. Akhir-akhir ini dia memang lagi kerajingan baca novel. Habis di buat jatuh cinta ia oleh cerita romantis Kugy dan Keenan. Oia Dandelion, saya sebenarnya sudah bilang sama dia, mosting di blognya sendiri. Tapi katanya malas, ya udah. Untung saya baik hati. Jadi biar kali ini di posting disini saja, sambil kita kerjai sedikit. hahahaaaa :-D. Berikut tulisannya, yang ia beri judul TULISAN PERTAMA

Sambil mendengarkan lantunan lagu bang Ronan Keating “If Tomorrow Never Comes”  kumulai sebuah aktifitas baru dalam hidupku: MENULIS CERITA. Mungkin orang-orang menganggapku ngigau karena mereka pasti berfikir pada saat sekolah dulu pasti akan dijumpai belajar mengarang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.     

Namun saat ini berbeda. Jika dahulu aku membuat tulisan hanya untuk memenuhi kewajiban tugasku, saat ini aku ingin mulai menulis karena niat yang muncul dari diriku. Aku tak tau sejak kapan atau apa yang melatarbelakangiku sehingga niat tersebut muncul. Yang ku tahu karena membaca tulisan demi tulisan yang dibuat adikku, membuatku terpacu untuk berbuat hal yang sama.

Setelah membaca 23 Episentrum dan Perahu Kertas, novel yang dipinjamkan adikku, tanganku mulai bergerak untuk membuat sebuah tulisan. Tulisan pertamaku. Selayaknya seorang rookie pembalap yang baru turun ke lintasan, yang belum terlalu tahu kondisi trek. Ternyata membuat tulisan sama sulitnya  dengan mengerjakan soal ujian fisika-matematika.

Harus menemukan formula yang tepat agar tulisan tersebut bermutu. Aku tidak dapat membayangkan tulisanku akan setenar novelis-novelis terkenal seperti Bang Andrea ataupun Bang Fuadi. Meskipun ku harap dapat sejajar maupun melibihi ketenaran mereka. Namun yang ku tau aku punya aktifitas baru. MENULIS. Bismillah…

Hihihi..tulisan pertama yang ditulis dengan hati Dandelion.. cakep yah.. Xixixi. Tapi menurutku sih aku tidak butuh formula yang tepat untuk menulis. Kalo menurutku kita cuma butuh niat yang baik saat menulis. Niat agar tulisan kita bermanfaat. Niat yang datang dari hati. Itu menurut saya. hehehe. Oh iya ‘dia’ yang ku maksud adalah seorang kakak untuk aku dan ketujuh temanku. Harus ku akui, dia beruntung punya saudara semanis dan selucu kami-kami ini. Mau tau orangnya kek bemana? Ini sekalian ku cantumkan fotonya, kali aja ada yang pengen kenalan sama malaikat penolong ini. 😛

wakakakakakkakkkk. PEACE kak!
wakakakakakkakkkk. PEACE kak!

Yah demikian lah titipan kita pada kesempatan kali ini Dandelion. Tenang, besok saya bakalan nagih es krim sebagai upah mosting. Xixixixiiii :-D. Eh wait-wait, sekalian aku mau ngenalin ketujuh saudaraku yang lain. Here they are…

dari kiri ke kanan: wana, aku, nurul,suci, ayu, rien, ani,oshind
dari kiri ke kanan: wana, aku, nurul,suci, ayu, rien, ani,  oshind
cantik-cantik yah? xixixixiiii

Sekian.. Esok jumpa lagi yah Dandelion sayangggg.. :-*

Advertisements

2 thoughts on “Titipan dari Kakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s