Empat


Aku menelan kehilangan.  Padahal jelas kalimat yang selalu aku amini.

“Cintailah siapapun yang kau dambakan, tapi kau pasti akan berpisah darinya”

Itu pesan Jibril a.s kepada terkasih Rasulullah Muhammad SAW. Sebelas kata yang selalu ku ingat-ingat untuk merelakan sesuatu. Tapi aku hanya belum mampu merealisasikan. Aku belum ikhlas. Rasa kehilangan itu pahit. Seperti mengunyah tablet obat tanpa air.

Ini belum kehilangan tentangmu Mein Freund, dan hatiku sudah kosong sekali. Mungkin karena dari awal sudah ku letakkan keping nyawaku pada novel itu makanya sekarang saat pemiliknya memintanya kembali aku enggan. Hanya karena novel? Iah, habisnya aku sudah kepalang cinta. Bahaya yah aku ini? Hehehe

Beginilah apa yang dirasakan manusia seperti aku ini. Merasakan kehilangan padahal tak pernah memiliki apa-apa. Bagaimana padamu nanti Mein Freund? Aku jelas tau Allah hanya meminjamkanmu sekarang untukku. Peminjaman yang bersifat sementara. Tidak hanya berlaku di kamu, semuanya bersifat universal. Jika nanti Allah satu-satu mengambil ayah, ibu, adik, kakak, temanku, apa yang akan bersisa untukku?

Advertisements

9 thoughts on “Empat

    1. iya, itu kata buku yang ku baca. katanya semua yang kita miliki d dunia ini cuma pinjaman dari Tuhan. hehehehe. Salam kenal mas, sring2 mampir 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s