Tentang Perjalanan


Aku selalu mendambakan perjalanan. Menjejakkan kaki ke tempat yang sama sekali baru. Menjumpai aneka macam keindahan yang bisa dibaca.

Jika orang lain melakukan perjalanan untuk menemukan rumah, aku justru oposisinya. Berjalan berarti aku sedang membebaskan diriku dari rumah. Menuju kenangan yang menggantung di luar kaca jendela kereta api misalkan.

Untuk alasan tertentu aku kadang meghindari rumah. Rumah kadang berarti pembelengguan. Maka aku menghindar, menjauh. Bukankah kita berhak memerdekakan hati kita? Jadi jika rumah sudah beraura jeruji, dititik itulah aku membelot. Kemudian aku akan pergi. Menjejaki tanah kering dan berdebu.

Berjalan berarti menemukan. Dan memang benar. Aku selalu mendapatkan hatiku bermetamorfosis di jalan. Kadang berlangsung cepat sekali. Tak sering pula merangkak lambat. Dalam perjalanan ku jumpai pula hati-hati manusia lain bermetamorfosis. Banyak metamoforsis hati yang gagal. Ada yang tak cukup asupan nutrisi hingga tak sanggup menjadi pupa. Ada yang keenakan berdiam diri terbungkus hingga kehilangan upaya menjadi imago yang baru. Aku? Entah. Aku hanya ingin semakin jauh berjalan. Melihat kejora dalam langit yang sama namun pijakan tanah yang berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s