Risalah Rindu


Gambar

Nah sekarang saatnya ku tumpahkan perasaanku, yang saling tumpang tindih. Ku rasa malam ini adalah puncaknya, kalau keran air maka malam ini ia di putar full. Maka keluarlah ia menderas.

Bagiku ini adalah mimpi yang terwujud. Beberapa tahun yang lalu kukira rasanya seperti mengucapkansimsalabim, lalu jadi. Tapi semuanya tidak. 

Yang jelasnya lembaran-lembaran kuning naskah ini adalah rangkuman kata yang terlalu sungkan diucap sehingga mewujud menjadi kata-kata, yang terarsipkan, mendapatkan ISBN, dan dapat digenggam. Aku bahagia, haru, bangga, terpatah-patah mengungkap kata betapa malam ini sungguh malam yang sangat penting.

Tapi ada yang kurang, didalam hati berlubang, malam ini sepi sekali, yang diharap datangnya tidak hadir seluruh. Hanya separuh. Sungguh kesyukuran untuk yang membantuku memulai mimpiku malam ini. Aku tahu kalian selalu mampuku andalkan.

Untuk yang jauh, lewat gelombang menitip semangat, terimakasih banyak.

Tapi kenapa ada yang tidak lancar di bagian mata, airnya macet, tetesnya hanya jatuh satusatu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s