Atap yang Melindungi


images

The magnetosphere layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a shield, protecting the earth from celestial bodies, harmful cosmic rays and particles. ~Harun Yahya~

 

Jika ada hujan yang deras sekali, sungguh deras sekali, kau akan mencari tempat berlindung bukan? Kau akan mencari rumah dengan juluran atap yang sedikit panjang, biar kau bisa menyisipkan badanmu buat berteduh. Bisa jadi pula kau mengalih fungsikan jaketmu menjadi payung sementara. Apapun yang mampu berfungsi bak atap. Mungkin kantong pelastik, tas, daun pisang, dan bendabenda lainnya yang bisa menudungimu dari garis garis yang semakin cepat jatuh dari langit.  

Berbicara tentang atap, setiap kita di bumi masingmasing punya atap sendirisendiri. Atap yang bertugas layaknya perisai, membentengi segala sesuatu yang tidak baik untuk cukup berada di luar saja. Tidak perlu sampai masuk mengusik wilayah aman kekerajaan kita. Lebih lanjut lagi, kita masingmasing memiliki atap yang super luas.

Ialah langit. Khusus didesain oleh Allah dengan perbekalan perbekalan perlindungan yang amat cukup.

Dari Allah, diciptakannya langit berlapislapis, kita mengenalnya sebagai troposfer, stratosfer, ozonosfer, mezosfer, termosfer, ionosfer dan egzosfer. Tujuh lapis atmosfer yang diamanahi khusus oleh Allah untuk menjaga kehidupan di bumi yang ada kita didalamnya.

Sebenarnya yang mau saya bilang adalah, selain langit yang tidak bisa disentuh diatas sana, kita masih punya satu lagi langit. Yang dekat sekali, dekaaaatttt sekali. Dan bisa kau peluk sesuka hatimu.

… And the sky is just our parents.

Melindungi kita dari segala sesuatu yang buruk, yang kurang baik, yang menyengsarakan, membuat hati sakit, menjadikan kita kelaparan.

Tapi bumi suka lupa pada langit yang menjadikan ia aman. Bumi lupa yang menjadikan ia terpelihara dari suhu dingin beku ruang angkasa adalah langit. Lupa pula ia yang mengikis meteor agar tak sampai luka bumi juga karena langit. Bumi malah berulah, malah melukai langit dengan pencemaranpencemaran yang semakin dikembangbiakkan.

Yah, bumi selalu lupa. Selalu lupa. Sebagaimana seorang anak yang amnesia pada banyak cinta yang dilimpahkan oleh orang tuanya.

Seperti aku yang alpa pada berterimakasih pada ayah ibuku. Seperti bumi yang pikun mengucap syukur pada langit.

Advertisements

8 thoughts on “Atap yang Melindungi

  1. Rahma, abang baru bisa baca tulisan-tulisanmu hari ini ..

    Hari ini adalah hari aktiv kuliah, dimana abang akan memulai dan melanjutkan segala sesuatunya dari sekarang, hehehe.

    Ahya .. abang sengaja pilih tulisan ini tempat menuangkan komentar-komentar .. karena abang sempat tertipu mengira kamu akan menjelaskan maksud-maksud filosofis dari atap dan langit .. ternyata membincang hal yang berbeda. Tapi abang suka sama tulisan ini, seperti kecenderungan abang pada hal-hal yang berbau filosofis =)

    Hei .. Sepertinya kamu pandai membuat cerita galau .. ada kisah apa dalam dunia cintamu, Rahma .. bagi-lah, abang tau rasa-rasanya kamu menyimpan kisah sendiri tentang rindu =)

    *termasuk kisah tentang bapak yah, hahahahaha =P

    1. cihuyy abang sudah datang dari merantau, oleh2nya mana bang? :p

      gimana aku mau cerita, abang kalau di sms suka ngilang sendiri.. wuikikikikii 😀

      hahahhaaa, aku mah tau, abang pasti selalu suka sama tulisan aku, kan abang kan? *kepedean* xixixiii 😀

  2. Oleh-oleh? Mana ya? Oleh-Oleh?? Oleh-Oleh?? Ne dipanggil si bocah !!! *manggil ke dapur.

    *tepatnya, abang suka bahasamu, pilihan katamu =)

    Haloooooo, abang uda balaaas, tapi yang ilang itu Rahma .. padahal uda delivered sampai berapa sms lho T_T

    1. ahhh.. pokoknya abang utang oleh2 pan ke aku, tak tagih smpe akhirat :p

      abang ini, muji kok stengah2? :p

      gak ada sms balasan abang, padahal aku juga udah smsss.. huhuhuhuuuu

  3. Abang memuji sepenuh hati kok =P
    *sudah dipuji, makin ditagih oleh-oleh. Emang bocah deh -_-

    Yauda .. pan habis ini bisa sms lagi kan .. macam orang jarang abang sms aja .. Rahma lho yang ndak pernah sms kalau ndak disms dluan =P

    1. ih.. aku pernah kok beberapa kali sms abang duluan, yeeee :p *kok jadi debat gini yah? xixixixiii 😀

      madresah loh bang, mana atuh tulisan barunya.. kangen sama madresah :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s