Jatuh


Kakak, aku boleh jatuh cinta lagi?  Ku sandarkan daguku pada lututnya yang dilipat. Sembari memeluk kakinya yang panjang.

Pada orang yang sama? Diangkatnya daguku. Dilihatnya kedalam mataku. Seperti mencaricari sesuatu.

Kalau sekarang dengan orang yang berbeda bagaimana, boleh? Dahinya mengernyit. Mungkin sedikit kaget.

Yakin bisa jatuh sama orang yang berbeda? Bukannya katanya jatuhnya sudah terlalu dalam sampai untuk mendaki ke atas lagi susah? 

Anggap saja, ada yang mau menyelamatkan aku yang jatuh sampai rela masuk ke dalam lubang yang ku cipta sendiri, datang mengulurkan kedua tangannya  yang lebar, dan menggendongku sampai ke permukaan. Kalau seperti itu bagaimana kak? Bolehkah sekarang ku terima uluran tangannya? Karena ternyata tempatku jatuh sekarang sudah terlalu dalam. Semakin jatuh ke dalam, udara semakin sedikit kak. Aku tidak bisa bernafas dengan baik.

Diusapnya kepalaku pelan. Aku selalu suka kakak yang seperti ini, mengusap kepalaku dengan penuh  perasaan sayang. Seperti ada yang menjalar hangat dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Ada dek? Orang yang seperti itu adakah? Bukannya  jatuhnya akan sama saja? Kan dengan orang itu adek tetap jatuh?

Mungkin dengan orang itu, meski jatuh, tapi aku akan jatuh di tempat yang luas. Tidak pengap dan sesak seperti ini. Mungkin akan penuh bunga, ada bulan, ada ice cream. Mungkin juga…

Iyah mungkin. Mungkin juga tidak. Hihihi.. Adik yang paling berhak memutuskan. Apapun itu asal untuk kebaikan adik, kakak selalu dukung. Ah tidak maukah adik jatuh cinta dengan kakak saja?

Aku memukul bahunya pelan. Dia sok mengadu kesakitan. Ah kak, seandainya kita bisa memilih jatuh cinta dengan siapa. Dari dulu aku akan memilih, pada kakak yang dengan mudah menerbitkan matahari di wajah. Sayang kita tidak bisa memilih jatuh dengan siapa…

Advertisements

8 thoughts on “Jatuh

  1. Sejujurnya, Rahma .. Kenapa kamu ndak coba bikin novel dengan bahasa yang seperti ini ?

    Abang rasa, akan ada banyak orang yang suka kalimat-kalimat mungil namun padat seperti yang kamu tulis dek ..

    Sungguhan. Abang suka kaget n mendecak sendiri membaca pikiran-pikiran dalam bahasa tuturmu itu ., =)

    1. aku pengen banget bikin novel bang, pengen banget. tapi rasa2nya aku lemah bikin alur yang ciamik. jalan cerita yang seru, bikin tegang, dll.. kmarin ayub mau bantu, tpi karena lagi sibuk banget ama tugasnya yah ketunda lagi. huft.. tapi gak masalah lah bang, segini juga udah baik kan? 😉

  2. yah, mau bantu bikin jalan ceritanya, harus gimana darimana ke mana, jadi aku tinggal nyusun gitu, soalnya aku gak ahli bikin alur yang keren. atau abang mau bantu tak? xixixixiii 😀

  3. Hehehe .. Kalau kayak gitu kan novel kamu ndak orisinil, Rahma =)

    Jadi Rahma bikin, belajar dengan keras, untuk buat alur sendiri .. nanti abang komentari, kasih masukan =)

    1. kemarin emang sama ayub ceritanya sih emang duet bang, kolaborasi, dia yang bikin kerangka cerita, aku tinggal nyusun kalimat2nya aja. hihihihiiii

      yaudahlah,semangat semangattttttt *nyemangatin diri sendiri* wakakakakkk :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s