Pada Tuan Tak Bernama Dalam Semua Cerita


Aku tiba tiba berharap kau, meski dalam mimpi, datang sebentar sekali, menjengukku. Sedikit lebih jauh mencermatiku, biar kau temui kerinduan yang ku simpan baik di lengkung  senyum, yang terus kutahan menunggu kau pulang.

Biar pengembaraanmu semakin cepat selesai. 

Karena mungkin, mungkin saja. Melihat senyum senyum yang tertahan, kau akan iba, meski kasihan, sebab rindu yang terlalu berat sudah menahannya begitu lama untuk melengkung sangat indah, sebelum kau datang merecokinya pada suatu pernah yang sudah sangat lama.

 

 

Jadi, kapan kau akan pulang? Yah setidaknya melepaskan borgol penahan. Tidak begitu sulit kan buatmu? 

 

Advertisements

One thought on “Pada Tuan Tak Bernama Dalam Semua Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s