Limit


Terlalu sering: aku sedang mengerjakan sesuatu yang lain dan neuron otakku juga membahas sesuatu yang lebih lain lagi.

Seperti saat ini.

Selalu ku bilang, aku tidak tau kenapa ada kuota tertentu ingatan yang tidak mau keluar dari inkubator penyimpanan memoriku yang padahal sizenya juga tidak besar besar amat.

… Seseorang yang lain, saya sudah pernah coba cari, tapi rasanya lain, jadi sepertinya lebih nyaman sendiri dulu.

cuma sebaris kalimat yang dikeluarkan dalam satu hembusan nafas, nafasmu, yang percayalah melekat diususku, eh bukan, dikepalaku layaknya benalu.

dan masih ada yang mengiringi kedatangan baris kalimat itu: nafas nafas tertahan yang memberat. Kau sudah berusaha mencari seseorang lain katamu? Ya Allah, mudah sekali. Sedang aku dalam imaji saja tidak pernah…

Siapa yang salah? Jelas bukan dia. Orang lain tidak pernah bertanggung jawab pada kepul kepul rasa yang kita ciptakan sendiri. Salahku sendiri sedari awal. Kenapa juga tidak mengurangi porsi harap menjadi emm hampir samadengan nol? hahahaaaa, seperti limit matematika saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s