Pengamat


Aku suka sekali menjadikan diriku sebagai pengamat, penonton.

Aku suka sekali menangkap sinyal-sinyal yang berpendar gembira dari satu mata ke mata yang lain, aku senang tidak melewatkan bagian indah seperti itu.

Seperti ribuan kunang-kunang tiba-tiba meriahkan malam dengan tariannya. Mata yang jatuh cinta itu terlihat seperti itu.

Hehehe, tidak perlu kita yang menjadi aktor utama suatu cerita untuk merasakan kebahagian. Kadang, dalam posisi pengamat seperti inipun, riak perasaan orang-orang yang membumbung sudah terasa cukup.

Yah menyenangkan juga duduk diposisi seperti ini. Tergantung bagaimana kita menikmatinya.

Hahaha. Sepertinya bakalan agak lama berdiam di kondisi seperti ini. Karena sebenarnya A, selama kamu belum datang, aku tidak berniat menjadi pemeran utama. Tidak dalam cerita manapun.

Aku menyusahkan kan? Kau menyesal? Ia, aku tau. 😥

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s