Semoga menjadi Anak Sholeh Sholehah


Hari ini pelaksanaan Gebyar Ramadhan KKN Terpadu Reguler UNM 2013 di Kab Pangkep. Spesial untuk kelurahan Padoang Doangan tapinya. Tempatnya di Mesjid Nurul Iman, tidak terlalu jauh dari posko.

Mesjid ini kebanjiran anak anak. Sungguh. Kalau dihitung kasar jumlahya sepertinya sampai 50an. Mana anaknya kecil kecil. Mayoritas TK, SD kelas 1, 2. Anak yang besar cuma bisa dihitung jari.

Bayangkan kemeriahan mesjid ini. Bayangkan keributannya. Bayangkan bermacam aktifitas yang terjadi dalam waktu bersamaan. Hahaha.

Saya suka anak kecil. Walau tingkahnya beragam dan tidak selalu menyenangkan, tapi tetap saja mereka lucu lucu. Lihat anak kecil saya selalu bersyukur, saya punya cukup pengetahuan untuk memengerti mereka. “Cukup” yang tidak terlalu banyak juga.  “Cukup” yang membuat saya harus belajar lebih banyak lagi, membaca lebih luas serta mengamati lebih dalam lagi.

Setidaknya saya paham, semenjengkelkan bagaimanapun anak anak dalam pandangan orang lain, mereka tidak boleh kita sebut nakal. Ah, perasaan saya selalu teriris tiap kali mendengar anak-anak yang ditempeli julukan nakal oleh orang yang tidak mengerti. Atau mendengar seorang ibu guru yang kehabisan sabar mengajar anak didiknya sehingga tiba-tiba menghakimi anak didiknya bodoh. Atau orang tua yang mengutuk anaknya malas. Duhai…

Kembali ke kegiatan Gebyar Ramadhan saya. Hari ini ada lomba adzan dan hapalan surah pendek. Anak anak bersemangat sekali. Serius. Yang paling saya ingat adalah anak bertubuh paling kecil dengan sorot muka jagoan. Dia cuma hapal surat 3 qul tapi antusias sekali namanya di daftar untuk lomba. Saya senang sekali.

Saya beruntung tidak melewatkan momen ini. Melihat keinginan mereka berlomba lomba rasanya menentramkan sekali. Menyaksikan keseriusan mereka melafazkan adzan, mengumandangkan potongan potongan surat Alquran, menjiwai dengan sepenuh hati apa yang mereka hapalkan, orang dewasa seperti kita perlu banyak belajar.

Saya mendoakan anak anak ini tumbuh besar menjadi sholeh sholehah. Mempertahankan semangat fastabiqul hairatnya sampai di usia yang mereka sebut dewasa. Mereka harus menjadi generasi cendekia muslim muslimah. Mereka harus menjadi anak anak muda yang terjaga hati dan sikapnya menuju kebaikan. Allahumma Aamiin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s