Senja Lungkrah di Kedua Bola Matamu


_MG_0572
Waktu tidak pernah bilang:
penantian bisa menjadi pupus.
habis digerus oleh ketukan
nasib yang tidak berjodoh

waktu terlalu takut berbicara padaku:
rasanya akan sangat pahit di tenggorokan

A, penungguan kepada senja di kedua bola matamu
lungkrah di tikar yang lusuh
aku menyerah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s