Sepertinya Pekat


20131125_062351

Saya tetap menuliskanmu, A. Saya keras kepala? Iya, saya sadar.

Menuliskanmu bukan hal yang mudah. Menuliskanmu berarti saya harus mengingat kembali beberapa hal yang ku teguk pekat di tenggorokanku. Menuliskanmu berarti mereka ulang kembali kejadian-kejadian yang sebenarnya lebih baik untuk dihapus saja. Menuliskanmu adalah sebuah upaya bunuh diri yang sakit sekali.

Lalu kalau sebegitu luka, kenapa harus dituliskan?
Biar lukanya sembuh. Obat-obat yang menutupi sakit itu kebanyakan memang pahit tapi harus tetap diteguk. Biar kau juga berhenti menjadi trauma. Saya harus berani menghadapi ketakutan-ketakutan ku sendiri. Lebih penting dari semua itu, biar cukup diriku yang dulu mati dalam tulisan ini.

Saya yang menghirup udara di dunia nyata, biar tetap hidup. Maka biarlah semua hal yang buruk-buruk itu, terkubur dalam tulisan ini saja.

Advertisements