Past Absolute


Kalau.. Kalau aku sedang mengingatmu A, aku membuka pintu hatiku yang paling dalam. Aku harus menyibak banyak pintu terlebih dahulu. Tiga.. Lima.. Atau 20? Entah, terlalu banyak pintu yang harus ku buka.

Jalan-jalan ke pintu itu A, gelap. Aku menyengajakannya tanpa penerangan disitu. Demi dua alasan.

Alasan pertama, agar pintu yang menuju kamu, yang ku letakkan paling akhir, tidak pernah ku buka. Aku berharap cemasku pada gelap bisa melarangku sekedar ingin membukanya. Aku tidak pernah mau sendirian bukan? Sekedar membayangkan menyusuri jalan tanpa sedikit cahaya itu, aku akan mundur. Yah begitulah harapanku. Semoga karena keadaan itu, sebatas niat untuk menyingkap pintu itu saja tidak.

Tapi alasan kedua, aku juga ada harapan lain. Mudah-mudahan, tak peduli betapa bergetar takut aku pada gelap, aku tetap menemukan diriku melangkah ke arah pintu itu. Dan membuka gagangnya dengan tanganku sendiri. Untuk apa? Hehe, supaya kau tau aku…

(Aku kadang-kadang masih sangat rindu, padamu)

Advertisements

4 thoughts on “Past Absolute

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s