Dan Jika Merasa Semakin Jauh


ibu ku minta lenganmu, begitu erat, menjadi bantal. Dan tanganmu yang satu, membelai-belai rambutku yang kini, semakin panjang ditambahi usia.

Apa yang lebih menjadi candu, ibu, selain pelukmu yang lama. Kenapa di dunia ini tak ada satupun yang jauh lebih menyenangkan, di banding bersembunyi di balik punggungmu.

Kenapa lelah-lelah menjadi sedemekian terasa ibu, setelah jauh matamu untuk sekedar di tatap. Lantas, apa kau tau saat-saat ku seka ingus dan air mataku yang berlomba menuju tanah? Apa pedih nyawamu? Aku belum bisa menjadi apa-apa setelah payah kau usahakan kuat benangnya dan terbang ke langit…

Kenapa susah ku rasai kasihmu ibu yang jauh, tidak maukah kau datang? barangkali kaki-kaki yang layu ini bisa kembali menjadi sedemikian kokoh, setelah ku rasai senyummu, jatuh di pelupuk mataku.

Advertisements

One thought on “Dan Jika Merasa Semakin Jauh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s