Mengapa Aku Melihat ke Belakang?


Saya sudah suka dengan keadaan ku yang seperti ini. Kadang-kadang menuliskanmu. Kadang-kadang cukup dengan melihat ke belakang, pada masa-masa yang terlewatkan.

Bus yang sama sekali tidak penuh.

Siluet yang berdekatan.

Meriahnya diam.  

Kau datang duluan.

Aku yang menemukan tempatmu pertama.

Kunci yang terjatuh

Panik yang merona

Aku suka wajahmu yang dibasuh wudhu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s