Bagaimana Jika Menunggu Sendiri?


Beberapa buku ku tamati dan selalu tidak sengaja ku dapati alur yang sama. 

Dua orang yang berpaut rasanya. Dua orang yang terpisah. Dua orang yang berjanji akan bertemu kembali. Dua orang yang dibunuh rindu. Dua orang yang bertahan. Dua orang yang menghibur hatinya masing-masing. Dua orang yang dilewati waktu. Dua orang yang tidak utuh udaranya. Dua orang yang susah memejamkan mata. Dua orang yang hambar senyumnya. Dua orang yang berharap pertemuan. Dua orang yang akhirnya genap jiwanya. Dua orang yang terlengkapi jemarinya.

Oh, adakah yang ingin menjelaskan? Apa yang terjadi jika,

Kau seorang yang resah. Kau yang merasakan di hianati waktu. Kau yang rindumu menepuk angin. Kau sahaja yang cinta menahun. Kau yang tak menunggu janji apa-apa tapi tetap tinggal menanti.

Maka bagaimanakah akhir jika menunggu sendirian?

Advertisements

5 thoughts on “Bagaimana Jika Menunggu Sendiri?

      1. Yup..keras sekali Ams..

        Dirimu memang yang terbaiklah Ams kalau soal menunggu-menunggu begini:)

      2. Hahahaa, nyakkots kalimat yang ini —> Dirimu memang yang terbaiklah Ams kalau soal menunggu-menunggu begini:)

        :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s