Pagi


Bagaimanalah -kamu- ku tepis rindu yang tiba-tiba saja menyeruak dari mataku. Karena tak pernah ada rencana untuk merindukanmu di hari yang masih awal ini. Kenapa aku merindukanmu -kamu- sebab dalam mimpiku semalam saja kau tak berwujud. Kau selesai ku beri tempat pada rinduku, tapi kau datang. Tapi kau datang.

Seharusnya -kamu- jika kau ingin dilupakan, jangan pernah melipir pada setiap rinduku. Kau sungguh, kadang-kadang terlalu tega untuk memanfaatkan rinduku yang tak tentu arah -kepada siapa- dan kau memanfaatkannya untuk melesat kembali padaku.

Aku tak ingin merindukanmu lagi -cukuplah kau tau itu-. Maka laranglah bayang-bayangmu datang kepadaku. Cegahlah. Entah bagaimana caranya -kamu- cegatlah dirimu datang pada rinduku. Aku sudah tidak mau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s