Tak Ada yang Sebaik Kau


Seharusnya ibu, bahagiamulah yang akan ku songsong penuh di dunia ini. Kakimu harus disangga dengan alas berbahan paling lembut. Tidurmu harus diantarkan oleh bantal-bantal paling empuk. Senyummu mestilah keceriaan paling teduh yang pernah ada.

Selayaknya ibu, segala hal yang indah yang hanya mampu kita mimpikan akan ku persembahkan padamu. Kemudian menjadi tak elok segala keluh kesahku. Selayaknya ku habiskan energiku, ku tamatkan waktuku, untuk melakukan kerja baktiku untukmu.

Tapi… Khawatirmu yang pertama datang saat makanku tak lagi teratur. Air matamu yang lebih dahulu sampai jika tidurku tak cukup. Uluran tanganmu yang terutama tumpah ketika langkah-langkahku terantuk.

Maka ibu, setelah Allahku, ku sayangi kau lebih dari apapun di dunia ini. Hingga, maukah kau berbahagia untukku? Sesungguhnya ridha Allahku ada pada anggukanmu, sinar matamu, tawa bahagiamu, serta doa-doamu.

 

 

(Semoga ada waktu aku diberi kesempatan menjadi ibu sebaik engkau. Aamiin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s