Words can’t say what a love can do..


Apa yang bisa ku persembahkan padamu kasih? Selain sebuah kata yang usang: aku akan selalu ada untukmu?

Adalah jarak yang membuat ini terjadi. Semuanya jarak. Dan ada kisah kita yang sudah lama, disertai rindu kita yang sudah menahun.

Sudah berapa lama?

Sudah berlembar-lembar suratmu datang. Kadang ku balas kadang pula kerinduan itu ku dekap sendiri tanpa memberimu balasan untuk rindumu yang memuncak. Salahku. Tapi apalah daya. Kau, kekasihku, kau harus kuat.

Tapi tidak karena surat-suratmu tidak berbalas lantas ku lupakan jemari kecil yang dulu ku genggam itu. Rambutmu yang lurus mesti tidak sepenuhnya legam. Betapa aku sangat suka mengacak ponimu yang mini, aku sangat suka kau yang pura-pura marah kala itu.

Kecilku, kecilku, maafkan aku yang belum bisa mengusahakan pertemuan denganmu. Namun aku terus menjagamu, lewat jauh. Tak pernah ku lewatkan kabarmu sedikitpun. Aku terus memerhatikanmu. Melengkapi kebutuhanmu disana. Meski saja aku belum bisa bertemu denganmu. Maafkan aku.

Tapi kan sering kita bertukar suara? Saat itu pula kau ceritakan betapa tak betah kau jauh dariku. Betapa tersiksanya kau disana. Tenanglah kasihku, aku selalu ada untukmu, kan sudah berapa kali ku buktikan kalimatku?

Maka cepatlah sembuh kekasih. Aku tau kau tak suka di tempat itu, diperlakukan sebagai orang yang tidak waras. Maka cepatlah sembuh. Aku kekasihmu, akan selalu menunggumu dari jeruji rumah sakit itu.

 

 

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s