Membahagiakanmu :)


Kau bilang: apapun yang terjadi padamu, sesuatu yang baik padamu, itu semua karenaku.

 

Terimakasih telah mencintaiku begitu banyak.

Aku membisikkan kata itu padamu. Kau lantas bersemu. Ah pipimu seperti senja yang ranum.

Aku mengamatimu, rasanya aku seperti jatuh cinta lagi padamu. Seperti kali pertama saja aku memandangimu.

Kamu manis, senyummu hangat, matamu memiliki kerlip yang terang. Matamu, mata itulah yang mengikatku pertama kali.

“Kenapa sih kak lihat saya sampai begitunya? Ada sesuatu yang salah yah di mukaku?”

“Iya, itu-itu di bibir ada yang aneh..”

“Aneh, gimana?”

“Itu pas di lekuk bibir yang tengah, ada tahi lalat manis banget deh..”

“Ih.. nakal.”

Aku mencintainya, perempuan di hadapanku ini aku sangat mencintainya. Kekasihku itu, yang sebentar lagi akan ku lingkarkan cincin di jemarinya yang mini, aku sangat mencintainya.

“Kak, ada bulan sabit…”

“Iya..”

“Cantik kan?”

“Gak ah. Cantikan purnama kali… Blee.. Hahahaa..”

“Ih pokoknya cop titik bom kunci-kunci langit, cantikan bulan sabit. Ih..”

“Cantikan bulan purnama dong..”

“Ngambek ah. Kerenan bulan sabit deh..”

Dia manyun. Ah, kekasihku itu, dia cantik sekali. Sebenarnya yang benar adalah cantikan dia, bulan sabit sama purnama sama sekali gak ngaruh.

Tapi biarlah dia tetap manyun. Semenit kemudian dia akan senyum lagi. Seperti bulan sabit yang dipujanya.

 

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s