Assalamualaikum. Selamat Pagi.


Selamat pagi.

Ku ketuk beberapa pintu yang ku sembunyikan selama ini di hatiku. Mengucapkan salam. Assalamualaikum. Membukanya dengan pelan. Juga mengucapkan selamat pagi. Selamat pagi untuk pintu-pintu yang hari ini baru berhasil ku tengok.

Selamat pagi. Berbicara pelan sekali seolah tidak ingin membangunkan sesuatu yang berdiam di dalam situ, sekalipun benda mati. Melangkah pelan sekali sampai bernafas pun disamarkan. Ku tengok satu-satu apa-apa yang hidup di dalam pintu ini yang sudah lama sekali tak ku buka.

Ku bersihkan. Jendela-jendela ku buka. Ku biarkan sinar-sinar masuk. Debu-debu beterbangan di soroti cahaya. Terbang, ke luar, lewat jendela-jendela. Lewat pintu.

Ku datangi pintu lainnya. Assalamualaikum. Selamat Pagi… 

Keadaannya masih sama. Ku bereskan. Benda-benda di dalamnya ku atur rapi. Ku pisahkan apa yang seharusnya berpisah. Ku temukan beberapa onggokan yang memang awalnya bersatu. Ku bersihkan. Jendela-jendela ku buka. Ku biarkan sinar-sinar masuk. Debu-debu beterbangan di soroti cahaya. Terbang, ke luar, lewat jendela-jendela. Lewat pintu.

Masuk ke pintu berikutnya yang lain. Berucap Assalamualaikum. Selamat pagi..

Pintu yang ini terkunci. Gemboknya berkarat. Apa masih bisa ku buka? Bismillah. 

 

 

( …lalu aku membuka, menengok, membenahi apa yang ada di dalam pintu-pintu itu. Saat aku keluar, aku membaca nama-nama yang ada di depan pintu-pintu itu. Ada penyesalan, rasa bersalah, rindu, kenangan dan…. kamu. Untung semuanya sudah ku bersihkan. Ku ucapkan selamat tinggal yang jauh. Sayonara!)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s