Tot Straks


Saat ku pikir dengan sadar, aku sudah lama menyerah pada mimpiku.

Aku sudah tahu: jalan menggapai mimpi itu akan sangat sunyi, terjal, penuh tantangan. Tapi aku sama sekali tak menuju ke sana.

Aku memilih jalan yang ramai (agar tidak terasing sendiri); jalan yang mudah (agar tak terlalu lelah mendaki); jalan yang bising gelak tawa (agar tidak terlalu sering mengusap pelupuk mata diam-diam). Ah.

Lalu satu per satu akhirnya pergi. They’re walking into their dreams. Dan sekarang aku cukup tahu aku ditinggalkan sendiri.

Tak ada yang salah dengan pertemanan. Maka, semoga sekarang tidak terlalu terlambat untuk mengerti: pertemanan saja tidak cukup, aku harus menegaskan aku sendiri siapa.

Umurku sebentar lagi 21 InsyaAllah, dan entah aku membacanya dimana: umur 25 tahun seseorang akan berhenti menjadi siapa-siapa. Siapa dia di umurnya yang 25, maka menjadi itu jualah dia 10 tahun berikutnya, 10 tahun berikutnya, 10 tahun berikutnya… Kalau itu benar, maka masih ada waktu 4 tahun lagi buatku.

Ah, semangat menempuh jalur yang sepi diri… Sampai bertemu empat tahun lagi. Tot straks.

 

Advertisements

3 thoughts on “Tot Straks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s