Beberapa harta karun yang harus ku simpan #1


Assalamualaikum, kakakku yang paling ku sayangi, Afdhal Fatawuri Syamsuddin

Ada beberapa helat maaf yang akan ku sampaikan kepadamu, kakak, kakakku, yang sudah mengasihiku bagai adik kecilnya, dalam waktu kurang lebih empat tahun ini.

Seberapa menyusahkannya kah aku, kakak, kakakku? Yang sering memotong pembicaraanmu sebelum usai kau bicara. Yang selalu memaksamu dengan permintaan-permintaan penuh ego. Yang manjanya keterlaluan namun tetap saja kau penuhi. Kenapa kau begitu baik?

Saat coba ku uraikan kebaikanmu satu per satu kakak, kakakku, sadarlah aku, tidak akan mampu ku hitung perlakuan-perlakuanmu yang teramat baik kepadaku. Menghapus air mata, mengantar ke tempat yang paling jauh, mengerjakan tugas-tugas sulit, menghalau lapar, berkorban paling banyak, menemani masa-masa susah, memerhatikan kesendirian, tepukan di kepala… Aku berhutang banyak kepadamu.

Bahagiakah kau, kakak, kakakku? Lupakanlah semua perseteruan-perseteruan yang sempat. Semua salah paham yang dulu membuat jarak. Aku hanya terlalu menyayangimu dan tidak mau tidak kau perhatikan, bahkan sedetik.

Waktu berjalan semakin cepat kakak, semua orang sudah bergegas pergi mengejar impiannya. Kau juga tentu saja. Jujur saja aku benci perasaan ditinggalkan seperti ini. Ah, hal yang paling ku benci adalah melihat hal-hal yang ku sayangi berubah menjadi asing di mataku. Sehingga, sebelum terlampau susah hatiku melepaskan, ku ucapkan:

Selamat bertemu kembali dalam suasana yang baik, dengan ingatan yang sama. Walau rambutmu bertambah jarang, kau tetap kakakku nomor satu. Salah satu anak perempuanmu harus kau namakan seperti namaku, ingat janjimu itu. Dia harus meniru tantenya yang ini, yang gemar membaca-suka traveling-pintar bergaul-manis solehah. Nanti kalau sudah jarang ketemu, kau harus sering-sering menelpon, memberi kabar. Jangan cari adik yang lain lagi plis, nanti perhatianmu terbagi. Jangan main-main dengan hati perempuan lagi, ingat kak, nanti saat kau benar-benar serius, sudah mau melamar, baru kau utarakan perasaanmu itu ke perempuan mana saja yang kau pilih. Hatimu jangan berubah terlalu banyak atau aku tidak akan mengenalimu lagi. Aku menyayangimu, sangat, sangat. Aku membenci perpisahan denganmu, membenci khayalan-khayalan kau akan melupakanku, tapi apapun yang terjadi yang ku ingat dari kau kak hanya kebaikan-kebaikanmu saja. Selamat menjadi orang sukses, kakak, kakakku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s