Biar Kita Jalan ke Depan


A, kelak, pada tangan siapa akan ku percayakan hidupku? Sepasang tangan yang akan menjagaku erat-erat, tidak akan membiarkanku terjatuh. Bahkan, dititik terekstrim dari laku dan inginku, dia, pemilik tangan itu bukannya menampik, tapi membersamai langkah-langkah dan memastikan tangan ku berada di seluruh genggamannya. Yang mungkin dalam hatinya tetap mengoceh karena aku terlalu bebal, tapi dia juga kidung memerhatikanku terlalu banyak hingga tidak membiarkan tanganku sendirian menebas angin. Biar tangannya yang mengatup tanganku.

A, kelak, tangan siapa yang akan kau tuntun? Tangan siapa yang akan mendapatkan kehangatan berlindung di saku jaketmu, jemari siapa yang mengisi penuh jarimu, kelingking siapa yang menari bertautan di kelingkingmu. Kau sudah dapati?

Juga, apa aku sudah dapati?

Jika belum kau dapati, sebab belum ku dapati pula, mari meminta pada Tuhan kita, semoga tidak terlalu jauh tangan itu dipertemukan dengan tangan kita.

[atau apa masih boleh aku berdoa biar tanganmu yang menjumpai tanganku? kau tak suka? oke maafkan. mari kita kembali pada doa impas diatas]

Advertisements

2 thoughts on “Biar Kita Jalan ke Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s