Perempuan, kita akan bersabar (:


Dalam hidup, kita akan melakukan suatu kesalahan yang akan mengacaukan semua keadaan baik. Saat itu, kita melakukan kebodohan -tanpa tahu akibat buruk setelahnya-, terjadi begitu saja, dan… klimaks. Kita pecah.

Setelah ketololan itu baru ingatan terjaga, kita sudah saling menyakiti. Bersendiri sibuk dengan luka-luka yang kita ciptakan, meniupnya, menghelanya, memandikannya bersih, biar kita tidak kesakitan. Karena terlalu perih, kita menutup cedera dengan kalimat-kalimat perpisahan yang kita bisikkan ke satu-satu luka itu. Barangkali berharap ucap perpisahan yang patah bisa membalut luka.

Padahal, dibanding melambaikan kepergian, lebih baik kita mempertemukan mata, bersama-sama meminta maaf. Tapi kita alpa. Kita memaksa diri kita menjadi pengecut kerdil yang tidak berani saling berpeluk, memafkan. Padahal setelah dipeluk amarah yang sedikit ini, kita akan terdampar pada kesunyian yang panjang mengalir ke nadi-nadi selama berdetak.

[ …Apa kita tidak bisa memulainya dari awal?]

Advertisements

4 thoughts on “Perempuan, kita akan bersabar (:

  1. “Barangkali berharap ucap perpisahan yang patah bisa membalut luka.” Kau selalu mendalami tulisanmu, dan saya terlalu gemar mendalami membacanya. This is so much cool.. 😉

    1. terimakasih. Saya tidak mendalaminya, hanya menuliskan kejujuran saja 🙂 Terimakasih sudah berkunjung 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s