Sound of Falling Rain


Rindu dan hujan ku pikir punya rupa yang sama, A. Mereka datang lewat pintu yang sama. Pintu yang hanya mengijinkan kita masuk, tapi tidak untuk keluar. Sekali kita melangkahkan kaki ke dalam, rindu dan hujan itu akan membuat kita hanyut.

Kerinduan dan hujan itu, aku curiga mereka juga berasal dari tetes air yang sama. Titik – titik mereka saat turun juga seirama. Gerimis membawa bulir-bulir rindu yang meski sedikit tapi membuat hati pecah. Sedikit lebih deras adalah rindu yang berat. Lalu hujan disertai gemuruh petir adalah gelegar rindu yang sudah tidak bisa menyembunyikan diri terlalu lama.

Aku ingat, pernah sekali kau bilang kau suka tubuhmu basah dibekap hujan. Kala hujan kau mau rindu-rindumu meluruh, runtuh dengan satu-satu butir hujan yang jatuh mulai dari kepalamu, selesai di kedua ujung kakimu, lalu pergi entah ke aliran mana.

Aku sedikit berbeda. Aku suka dipeluk kerinduan tidak peduli di musim yang mana. Setiap musim serupa. Tidak peduli apa, rindu itu sendiri yang membuat hujan di hatiku. Selalu begitu. Hujan yang panjang dan ribut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s