Mengetuk Pintu Terkunci


Kuketuk pintumu. Kuketuk-ketuk

Assalamualaikum!

Tidak ada cinta menghampir

Hanya sunyi yang lindap

Assalamualaikum, ya kekasihku. Bisikku pada sepi.

Ku bawakan penghapus air mata yang kau pinta

Juga sekulum senyum dari bibir yang ku pinta baik-baik tadi di jalan itu

Katanya, dia baru saja menemui hatinya yang sekarat

Hatinya pecah tak berbentuk maka tak ada alasan untuk tersenyum, tambahnya lagi-lagi

Sukarela dia lepas senyum itu, dan mendoakan aku beruntung

Tapi kau belum membuka pintu.

Assalamualaikum, kamu. Ini salamku yang ketiga.

Pintumu masih terkunci

Kenapa kau belum menyahut?

Bingkisanku ku taruh di sudut bawah tiang kotak suratmu

Maaf aku tidak bisa menunggu lama

Dan kamu, jika memang tak berkenan membuka pintu

Mungkin berdiri ataupun duduk di baliknya

Tetaplah disitu

Aku tau bagaimana cara melangkah mundur 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s