Surat-Surat Saat Subuh


Saat subuh, ada waktu yang ku luangkan khusus untuk menulis suratmu A. Memberitakan kerinduan-kerinduanku. Mengirimkan doa-doaku.

Kalimat pertama untukmu, sebuah munajat. Assalamualaikum. Semoga Allah memberikanmu keselamatan. Semoga cinta Allah mewujud pada kasih semesta yang bekerja melingkarimu. Semoga tangan-tangan penjagaanNya selalu sampai kepadamu. Biar kau sehat selalu.

Lalu suratku, diawal, akan menanyakan keadaanmu. Apa kau sudah tidak suka flu, A? Apa kabar sakit di kakimu? Ah, sembuhlah. Kau pasti sudah sembuh. Pun jika tidak, segeralah obati luka-luka. Yah, segeralah menutup luka-luka. 

Apa belajarmu baik? Kamu semakin sibuk berkegiatan. Semoga Allah banyak memberi kemudahan untuk orang sepertimu..

Sejujurnya kau tidak pernah ada kabar. Sedang aku selalu ingin mencarimu. Hanya ingin memastikan kau hidup semakin baik. Cuma mau tau kau bahagia menjalani hidupmu.

Sampai disini aku berfikir banyak hal. Bagaimana menuliskan kerinduan itu, memilih diksi  yang mana. Kau suka yang mana? Lewat kalimat yang malu-malu dituliskan dalam surat atau lewat suara-suara yang lirih, terpotong-potong untuk kau dengar?

 

 

Aku masih terlalu banyak mengingatmu A.

***

Tulisan ini sudah lama sekali terkubur di kolom draft, hari ini sengaja dipublish mumpung ketemu wifi. Tolong jangan salah paham yah, ini sudah tidak bersisa apa-apa. Justru aku sedang membuktikan: now, I am moving on 😀

Advertisements

2 thoughts on “Surat-Surat Saat Subuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s