Yang tiba-tiba memberikan pelukan.


Sungguhkah kau sayangi aku?  Sebab tak ada yang memintamu untuk merangkulkan dua lengan tanganmu melingkar di badanku.

Benarkah kau rindukan aku?

Atau barangkali, pelukanmu hanya sisa-sisa dopamin. Atau mungkin juga rengkuhan yang tidak bisa sampai ke orang itu.

Aku kan, tidak akan pernah tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s