Beberapa Harta Karun yang Harus Ku Simpan #4 Keluarga #3


 

Pesawat Sriwijaya Air SJ 563 keberangkatan Surabaya sesaat sebelum boarding

Tidak terasa ini sudah edisi harta karun yang keempat. Kali ini akan ku perkenalkan tiga sekaligus pengisi harta karun.

Kalau teman-teman pembaca setia blog saya (ceilah) tentunya tahu setiap tulisan harta karun saya selalu menampilkan sosok hidup yang nyata. Well kebanyakan isi blog saya adalah fiktif adanya, tapi diserial Harta Karun, kalian akan tau untuk siapa tulisan ini dibuat.

Pengisi Harta Karun adalah orang-orang yang dipilihkan langit untuk menemani masa-masa saya menulis buku umur saya di dunia ini. Mereka adalah orang-orang yang tidak punya hubungan darah, yang bukan sepaman, senenek, tapi telah ditasbihkan secara semena-mena oleh penulis untuk dijadikan saudara. Saudara means kita tidak sesusu, serumah, tetapi ikatan kita diatas teman, melebihi sahabat. Dan kali ini penulis akan memperkenalkan tiga orang berturut-turut, yang punya kesan mendalam di jalan hidup penulis.image

Dari kiri ke kanan ada Hz, Imk & Uns.

Kita mulai dari Hz.
Sampai sekarang nama kontak dia di hp saya adalah My Dear Hz. Akrab dari semester sampai sekarang, Alhamdulillah. Banyak mimpi-mimpi yang kita sulam bersama. Tenunan itu sebagian menjadi kain yang bercorak cantik sekali, sebagian juga masih ada yang belum berbentuk sebab kami meninggalkannya di tengah-tengah.
Saya bisa membagi apa saja pada orang ini. Sanggara balanda buatan mamak, tempe goreng hasil masak-masak di rumah rien, ide untuk berkembang lebih jauh, kesusahan belajar dan cerita-cerita rahasia. Kami dulu punya panggilan kesayangan masing-masing. Kami dulu saling memperioritaskan satu sama lain. Dulu.
Everybody is changing, right? Begitu pula dia. Pernah suatu masa saya benar-benar kehilangan dia. Di kampus tidak ada, di kosan tidak ada, di lab tidak ada, di KOMA tidak ada. Panggilan-panggilan telepon terputus, pesan-pesan hanya sampai tapi tidak berbalas. Jadi, harus kemana lagi mencari? Bagaimana lagi untuk bisa menemukan? Lalu itu berlangsung dalam jarak hari yang cukup banyak, sampai ketika dia nongol lagi di kampus, kita tidak saling menyapa, menatap. Dan akhirnya aku merasa aku tidak mengenal isi kepala dan hatinya lagi.
Tapi itu juga dulu. Sekarang dia sudah ku kenali. Walau memang masih ada beberapa bagian dari dirinya yang belum utuh kembali sebab tergerus perubahan. Namun setelah ku pikir-pikir, seharusnya orang-orang memang berubah. Kita tidak bisa langsung merasa cukup pada diri kita yang sekarang, dan merasa anti pada pertumbuhan. Olehnya itu, karena sayangku yang terlalu besar pula padanya, saya sudah tidak ingin memaksakan dia untuk membuka misteri dari banyak hal yang selama ini dia pendam sendiri. Saya sekarang menghormati dan selalu mendukung keputusan-keputusannya.

Okey, next, Imk. Dia adalah kakakku di kelas. Yang paling ku syukuri dari kakak yang satu ini adalah saya selalu tau, saya tidak pernah tidak mendapat tempat yang istimewa di dirinya. Saya tau dia selalu menomorsatukan saya. Saya sadar saya banyak utang budi pada kakak ini.
Tapi…
Tapi dia sudah punya pacar sekarang. So, saya sudah tidak bisa terlalu cengeng ke dia. Membatasi diri untuk meminta pertolongan. Mempagari diri dari berbagai hal.
Walau begitu dia tetap kakak yang paling baik, paling tulus mendengarkan, paling banyak memberikan dukungan dan paling sering memperhatikan diam-diam. Terimakasih banyak yah kak :’)

The last for today, perempuan berkacamata.
Selalu ada yang spesial dari perempuan ini dan saya bersyukur sekali bisa dekat dengannya meski di akhir-akhir perkuliahan. Dia perempuan yang tangguh, murah hati, pekerja keras dan disukai banyak orang.
Saya juga menyukainya. Menikmati segala aktivitas bersamanya.
Saya menyimpan harapan yang tinggi kepadamu, perempuan berkacamata. Saya tau kau akan baik-baik saja di perantauan. Saya tau kamu bisa diandalkan negeri ini. Saya tau kamu akan diberi kekuatan hati untuk menjalani LDRmu. Hehehe.

Untuk ketiga kebanggaan diatas. Selamat SM3T yah. Jaga shalat, jangan suka sakit, jangan lupa bahagia ditiap harinya. Tak banyak yang bisa dilakukan orang jauh untuk terkasih selain mendoakan keselamatanmu.

Salam sayang selalu.

Yang jauh dimatamu, amma.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s