Rasa Takut #2


Aku baru saja mengirimkan satu pesan pembuka pagi padamu.

Ku tulis: aku rindu kamu.

Sepagi ini, dengan nada yang riang dari kepalaku ku kirimkan pesan itu.

Sesingkat itu, duabelas abjad.

Tadinya aku berfikir untuk menambahkan beberapa penjelas di belakangnya. Mungkin alasan kenapa aku merindukanmu. Namun, semakin aku berhasrat menuangkannya, semakin kusut kalimat-kalimat itu untuk ku tata.

Sesingkat itu, duabelas abjad.

Aku menghianati diriku dengan mengirimimu pesan pagi ini. Aku pernah berjanji, walau hanya pada ingatanku sendiri, untuk selesai mengirimkan perasaan-perasaan yang tidak bisa dibunuh malam kepadamu. Sayangnya, ketenangan baru muncul di ufuk jiwa saat aku bisa menyampaikan kerinduan ini. Rasa takutku baru hilang saat, aku tau kamu tau, kamu sudah banyak menyita tempat di lingkaran hatiku yang kecil.

Sesingkat itu, duabelas abjad.

Lalu ku harap kamu mengerti bahwa pesan ini hanya ingin dibaca, tidak butuh dibalas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s