September #2


Saat sedang ku tuliskan cinta di tempat ini, itu artinya aku sedang menuliskanmu. Akan ku bongkar ingatanku jauh, jauh sekali, sampai ku dapati lagi sulaman wajahmu bermain di temaram lampion, tempat kita bertemu pertama kali. Sembilan tahun yang lalu.

Saat sedang ku paparkan rindu di tempat ini, itu artinya aku sedang menjelaskanmu. Tidak ada orang lain, tidak ada mata lain, tidak ada hati lain yang bertokoh ditulisan ini. Selalu namamu yang diberitakan disini. Selalu inisialmu.

Saat ku rasai sedih menetes di tempat ini, itu artinya ada yang tidak beres dengan kita. Sampai beberapa kata harus meraung sendiri. Meneriakkan cemburu, kesalahpahaman, dan perpisahan. Barangkali kamu bisa merasakannya sendiri. Gemanya sudah lama sekali ribut disini.

… karena bahkan sampai saat ini, lolongan sedihnya masih terasa. Hanya tersimpan di palung yang paling gelap.

Advertisements

2 thoughts on “September #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s