Tidak [seperti] denganmu.


Tidak seperti mu yang mengganggap sebuah tulisan adalah fiksi manis yang bisa dimekar-mekarkan, apa yang ku tulis adalah denotasi yang jujur, ala kadarnya. Kadang-kadang harus tanpa rasa.

Tidak sepertimu yang menganggap penantian bisa terselesaikan dengan mudah, aku begitu sangat tak ingin menunggu, dan ditunggu. Bisa kuyuh padam semangat dan rindu saat menunggu. Itu terjadi padaku. Dan seharusnya kau lebih mengasihi dirimu sendiri, untuk tidak membiarkan ragamu lewat dibebat waktu, hanya untuk pekerjaan yang hasilnya begitu abu-abu.

Tidak sepertimu yang bisa memaknai semua hal dengan baik, aku terlanjur realistis. Sebuah benda bisa jadi lambaian perpisahan menurutku. Misal: sekotak jam tangan -alih alih isyarat agar kau selalu mengenangnya- sebenarnya adalah petunjuk untuk kau bergerak terus dan berhenti mengingatnya. Pada jam tangan kau bisa melihat jarum detik yang tidak pernah berhenti bergeser. Maka jadilah seperti sebatang besi detik yang berputar itu, hiduplah untuk masa depanmu sendiri, dan sampaikan kata perpisahan untuk hal-hal yang sudah terlewati.

Juga tidak seperti hatimu yang mampu dengan cepat menerima segalanya dengan ikhlas, dengan dada yang lapang, dengan ketegaran yang istimewa; hatiku hanyalah sekerat daging kerdil yang selalu bergoreskan penyesalan. Maka demi masa lalu yang sangat panjang -yah kau tau past times selalu tak berujung: satu detik lalu, enam bulan lalu, 10 tahun lalu, seribu tahun lalu adalah sebuah waktu dulu yang lama dan tak bisa kembali; dan demi masa depan yang tidak bisa ku jangkau, maka hari ini -di menit ini- ku akui aku menyesal. Menyesal tidak bisa menerima cintamu yang begitu besar, menyesal menepikan perhatianmu yang tulus, menyesal untuk sekeping jiwaku yang masih tidak ingin…. sembuh. Olehnya itu cukup, cukup di milidetik yang ini penyesalan ku resapi, sebab esok -esok adalah kepunyaan waktu yang datang- sesap sesal ini tidak akan ku rasakan lagi.

Sebab tidak seperti mu yang terang-terangan meminta nama pada Tuhan di setiap doamu, doaku adalah sebuah tanah kosong. Ku biarkan tangan Tuhan yang akan menanamkan perasaan untukku. Sembari berharap, jika waktunya telah tiba, aku dipertemukan dengan pencarianku sendiri.

Advertisements

2 thoughts on “Tidak [seperti] denganmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s