To Whomsoever


A, kamu pernah mempermasalahkan cintaku yang sangat pemalu. Selalunya bersembunyi dibalik kata lain yang ku harap bisa menjadi  representasi yang tepat. Lalu karena terlalu jauh mengambil kata yang lain, representasi itu menjadi makna lain, jauh dari makna awalnya. Sehingga kemudian semua cinta menjadi tidak tersampaikan kandungannya.

Kali ini aku ingin meminta maaf untuk cinta yang suka bersembunyi itu. Tapi seperti itulah adanya. Aku tidak bisa berupaya lebih keras lagi.

Bahkan untuk kedua orang tuaku, A. Cinta itu berhenti di ujung lidah. Kehadirannya kelu. Dipinggiran bibirku, cinta itu ingin meluruh bersama perpaduan vokal dan konsonan lainnya, tapi..

Dititik ini aku merasa kata sama sekali tidak bermakna. Jarak adalah satu-satunya mahluk hidup, teman baru yang menyetia.

Aku tidak suka jarak. Setiap hari dia menghisap kebahagiaanku dan menukarnya dengan pundi-pundi sesak yang penuh. Aku tidak suka jarak. Aku tidak mau berteman dengannya.

Kamu mau jadi temanku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s