Beberapa Harta Karun yang Harus Ku Simpan #6 @SIGiMks part1


 

Didalam hidup penulis, sepertinya inilah harta karun terbanyak untuk dikisahkan. Yang jika diramukan menjadi sebuah cerita akan sangat panjang, butuh berlembar-lembar halaman, butuh ingatan-ingatan yang tidak mudah untuk dipanggil kembali.

Kadang-kadang ku rasakan persaudaraan adalah hal yang mengalir begitu saja. Tidak direncanakan, tidak diatur, tidak dipaksakan. Kalau berjodoh akan bertemu sendiri. Tidak usah menjadi orang lain, tidak harus punya kelebihan apa, tidak perlu untuk mencolok perhatian semuanya. Seberapa ‘diam’nya kamu, orang-orang di SIGi selalu punya tempat untuk orang yang berani menjadi dirinya sendiri.

Barangkali akan sangat baik untuk memulai kisah harta karun ini dari sebuah pertemuan. Sebuah pagi malu-malu di halte jodoh, wajah yang pertama kali ku rekam adalah orang-orang ini: kak Jul, kak Adry, Kak Ammank, Kak Nunu, dan Ratih. I have no idea what would happen next, secara ikuk-ikuk ja saja kodong.

Kalau ingatan tidak salah, hari itu langsung main Angin Berhembus yah. Iyakah Ams? (tiba-tiba merasa tidak yakin dengan ingatan sendiri). Kayaknya sih.. hehe.. Kenalan pertama kali dengan adik-adik di Lakkang. Belajar, bermain, menghibur adik-adik, dan menghibur diri sendiri.
20160513_135747

Dalam satu kali saling sayang, (saling sayang merupakan acara rutin saat SIGi kedatangan kakak-kakak volunteer baru dimana saat itu semua kakak-kakak SIGi saling memperkenalkan diri. Tujuannya cuma satu, karena tak kenal membuatmu tak bisa sayang. Hehehe), saya langsung bisa melebur. Tidak ada jaim-jaiman. Pekan depannya langsung ketagihan mau ikut kelas Carakde lagi. Selalu, yang paling ditunggu adalah jam-jam duduk-duduk manis di halte jodoh, perjalanan ke dermaga Lakkang, sempit-sempitan di kapal, dan yang menjadi bagian faforitku, teriakan adik-adik yang menunggu di pertanahan seberang.

“Yeeeayyy, adai kak Inaaaaa…”

“Yessss… datangi kak Indi…”

“Kak oookiiii… Kak okiiii….”

“Wee siniko ngaseng.. Datammi kakak..”

Scene itulah, histeria kegembiraan itu, yang selalu ingin ku jemput hampir tiap pekan di hari Ahad. Maka jadilah saya, yang dulu kegiatannya cuma kosan-kampus-galau, sekarang menggeluti kegiatan seru yang baru, nge-volunteer di SIGi Makassar.

Kegiatan yang berberkah, menurutku, memang akan menjadi candu. Awal gabung sama sekali tidak ada niatan apa-apa selain mengisi waktu luang untuk hati yang sepi, tapi ternyata yang saya dapat lebih dari itu. Dimana lagi bisa ditemui antusiasme belajar yang menggebu-gebu, kerelaan untuk dibina, dan perasaan terus mau belajar.

“Kak, datangki lagi itu minggu depan nah, awaski ndak datang, saya bombeki.”

“Ndak mentong.. pokoknya haruski datang lagi.”

“Kak, jadi kalau selesai maki disini, tidak bakal datang maki lagi? Deh jahat ta kak..”

“Dimana itu Palu kak? Jauh?”

Fiuh Lakkang..

Beberapa orang berpendapat, bergabung di komunitas sosial itu baik untuk menyalurkan kesempatan berbagi kepada yang kurang mampu. Itu betul, tapi saya juga percaya kebaikannya lebih dari itu. Kita bisa belajar untuk lebih bertanggung jawab, belajar berperan di bagian mana saja yang kita mau, belajar membangun silaturrahmi dengan sesama, belajar lebih peka, dan belajar menularkan kebahagiaan.

Ah jadi rindu..

SIGi Makassar, Salam SIGi ceriaaaaaaa….!!!

****************************************

Untuk yang bertanya-tanya apa itu SIGi Makassar, kita adalah komunitas sosial yang punya banyak misi dibidang pendidikan. Sahabat Indonesia Berbagi, begitu demikian kami kerap dipanggil, tidak hanya ada di Makassar tapi sudah tersebar di penjuru Nusantara (Jabodetabek, Medan, Bandung, Majene, dan InsyaAllah Palu^^)

Program SIGi Makassar saat ini ada 5: Project Berbagi, Kelas Carakde, Receh Kahuripan, Aksi Sahabat Indonesia Tebar Buku, dan Teater Keliling. Untuk yang penasaran dan ingin bergabung, temui kita di twitter @SIGiMks. Semoga kita berjodoh untuk dipertemukan sebagai seorang saudara di keluarga SIGi Makassar yah. Aamiin.

Advertisements

6 thoughts on “Beberapa Harta Karun yang Harus Ku Simpan #6 @SIGiMks part1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s