Keutamaan untukmu


Jurnal Ramadhan. Day 5.

 

Ibuku,

Katanya, Rasulullah menetapkan ibu sholehah sebagai landasan pilar kesholehan anaknya. Lebih lanjut, Rasulullah mewajibkan para ayah untuk mencari wanita sholehah sebagai ibu untuk anak-anaknya. Itu kata Beliau adalah bentuk pertanggungjawaban awal seorang bapak kepada anaknya, sehingga jika keadaan tersebut tidak terpenuhi, di akhirat kelak anak-anak berhak mengajukan protes kepada Allah seandainya dia tidak menjadi sholeh tersebab dididik oleh ibu yang tidak sholehah.

Ibuku, kau tentu saja adalah seorang perempuan yang sholehah. Bapak tidak pernah salah memilih kau untuk menjadi madrasah ilmu pengetahuan juga akhlak kepada anak-anaknya. Tidak perlu diragukan kesholehanmu ibu. Jilbabmu yang panjang adalah wujud baktimu kepada bapak dan bentuk taatmu kepada Allah. Akhlakmu yang lembut jua lah yang membuat mu berjodoh dengan bapak. Aku tidak pernah lupa cerita bapak bahwa kaulah, satu-satunya perempuan, yang membuat bapak berhenti dari kebiasaan-kebiasaan buruknya semasa  muda.

Sehingga ibu, tenang saja. Syurga pantas berada dibawah kakimu. Kelak diakhirat, tidak akan ada interupsi dari aku dan adik-adikku kepada Allah. Menginterupsi mengeluhkanmu yang tidak membimbing kami dengan baik. Malulah kami ibu, sedang kasih sayang yang kau beri sudah sangat banyak kepada kami. Doa-doamu mengucur, tak terhitung banyaknya, jatuh diatas kepala aku dan adik-adikku. Pengorbananmu bertebaran, hingga dekat ataupun jauh aku darimu, selalu bisa ku rasai kebaikan-kebaikanmu memelukku dengan erat.

Jadi, doa yang selalu aku dan adik-adikku panjatkan, wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil, semoga doa itu bisa menjadi balasan untukmu. Berbahagialah ibu, juga ayah, tak perlu khawatir. Aku dan adik-adikku adalah saksi kesempurnaan kasih yang kau beri kepada kami. Maka semoga Allah melimpahi ‘rahmah’ yang sempurna pula untukmu.

Tapi jika suatu saat kamu mendapati kami tumbuh jauh dari bimbinganmu, jangan salahkan dirimu ibu. Bukan berarti kau tidak sholehah, bukan berarti kau gagal mendidik. Anakmu inilah yang terlalu banyak tidak mendengarkan. Doakan lah kami lagi ibu. Doakan lah agar kami cepat sadar. Sadar untuk menjadi anak yang sholeh dan sholehah, menjadi tabungan amal jariyah untukmu nantinya.

Doakanlah kami selalu ibu. 😥

*********************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

  • bukanamnesia.blogspot.com;
  • nuralmarwah.com;
  • inanovita.blogspot.co.id;
  • burningandloveable.blogspot.com;
  • rancaaspar.wordpress.com
  • inditriyani.wordpress.com;
  • rahmaniarahman.blogspot.com;
  • kyuuisme.wordpress.com
  • sriwahyunifisika10.blogspot.com
  • begooottt.wordpress.com
  • uuswatunhasanah.tumblr.com
  • ayutawil.blogspot.co.id

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s