Tentang Kepergian


Jurnal Ramadhan. Day 6.

Ada satu hal yang lupa ku persiapkan 4 bulan yang lalu, saat aku mengepack semua barangku dalam satu koper yang besar. Aku kira aku sudah mengemas semua hal yang ku butuhkan untuk bertahan di tempat ini, negara kecil yang jauhnya 14 jam penerbangan dari ibu kota negeriku.

Aku tidak habis pikir mengapa hal yang penting itu benar-benar luput dari perhatianku. Sepertinya saat itu, rasa deg-degan, euforia bahagia, juga ketar-ketir gugup menghalangi penglihatanku untuk ikut serta memasukkan hal penting ini dalam perjalananku.

Yah, aku lupa mengikutsertakan ‘hati yang kuat’ untuk menerima berita kedukaan dari orang-orang yang ku tinggalkan.

Hari ini aku menerima kabar, om yang kami sayangi berpulang ke Rahmatullah. Aku kembali membongkar koperku, carrierku, mencari disetiap lipatan, siapa tau saja ada ‘hati yang kuat’ yang terselip disana.

Empat bulan yang lalu, aku lupa mempersiapkan ketegaran hatiku menerima berita kepulangan orang-orang yang berarti untukku. Hari ini aku gelagapan mencari dimana aku bisa menemukan kekuatan.

Selamat berpulang ke rumahnya Allah, om. Semoga dilapangkan jalanmu kepadaNya. Teriring doa untukmu. Alfatihah.

********************

untuk teman-teman yang membaca tulisan ini, mohon doanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s