The Namesake


Tulisan Ramadhan. Day 9.

Judul buku: The Namesake

Pengarang: Jhumpa Lahiri

Penerbit: Fourth Estate

Tahun terbit: 2003

Tebal buku: 291 halaman

Harga buku: 5.99 euro

20160614_163107

          Anak-anak Indonesia yang lahir di abad 21 termasuk generasi yang beruntung soal nama. Lihat saja, nama-nama mereka sangat unik, cantik, panjang, serta meaningful.  Orang tua saat memilih nama, biasanya mengadopsi unsur religious dalam kitab suci masing-masing, dengan harapan nama bisa menjadi doa untuk kehidupan anak tersebut. Jadilah, beberapa bulan sebelum jabang bayi lahir, calon orang tua sudah sibuk mencari nama yang tepat untuk si buah hati.

          Namun, coba bayangkan, apa yang terjadi seandainya kamu tidak suka dengan nama pemberian orang tua kamu. Anggap saja, ibu dan ayah kamu memberikan nama yang ternyata setelah kamu dewasa, you found out that your name has a terrible meaning. Apa yang kamu lakukan?

          Hal yang sama terjadi pada Gogol, tokoh utama dalam cerita ini. Diumurnya yang ke-14, Gogol sangat membenci orangtua. Menurutnya, ibu dan ayahnya sudah sangat tega menamai dia dengan nama Gogol, the most brilliant writer from Russia yang mengidap penyakit mental parah, sering berhalusinasi, tidak punya satu orangpun teman, dan mati dalam keadaan bujang!

          Gogol bertekad mengubah namanya menjadi Nikhil, nama yang memang seharusnya menjadi namanya sejak kecil. Perbedaan sistem penamaan di Pakistan dan di U.S.A, mengharuskan dia oficially tercatat dengan nama Gogol (pet name) instead of Nikhil (the good name). Dan akhirnya dia berhasil merubah namanya menjadi Nikhil.

          Anehnya, semenjak menjadi Nikhil, Gogol merasakan perubahan yang berarti dalam hidupnya. Dia bukan lagi orang yang sama! Dia bebas melakukan apa saja yang Gogol tidak berani lakukan dulunya. Seperti  berani mengabaikan orang tuanya, memalsukan ID untuk sebotol liquor di bar New Haven, bahkan menghilangkan keperjakaannya dengan seorang gadis yang baru saja dia temui di bar.

          Persoalan nama bukan hal yang sepele untuk Gogol. Untuk urusan nama, dia selalu sangat sensitive.

“Relax,” Edith says. “The perfect name will come to you in time.”  Which is then Gogol announces, “There’s no such thing as a perfect name. I think that humans being should be allowed to name themselves when they turn eighteen. Until then, pronouns.”

          Di novel yang dikarang oleh Jumpha Lahiri ini, diceritakan bagaimana Gogol membenci pandangannya kepada dirinya sendiri, merindukan namanya, membenci nama Gogol yang telah membuat ia berjarak dengan orang tuanya sendiri. Di akhir cerita, setelah semua pertarungan panjang dengan proses pencarian jati dirinya, Gogol kembali memakai namanya.

          Untuk teman-teman yang tertarik dengan sejarah, serta culture negara lain, novel ini menawarkan visualisasi dengan sequence yang menarik. Juga, konflik dalam cerita ini disajikan dengan sangat halus dan menyebar, setiap paraghraph didalamnya saling bahu membahu menceritakan runut peristiwa yang penting dalam novel ini. Untuk teman-teman yang live in abroad, buku ini menjadi semacam penghibur. Banyak unsur didalamnya yang membuat kita sadar betapa mirip situasi yang kita rasakan dengan yang dirasakan oleh Ashima, ibunda Gogol.

          Anyway, selamat membaca!

*****************************************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

  • bukanamnesia.blogspot.com;
  • nuralmarwah.com;
  • inanovita.blogspot.co.id;
  • burningandloveable.blogspot.com;
  • inditriyani.wordpress.com;
  • rahmianarahman.blogspot.com;
  • kyuuisme.wordpress.com
  • begooottt.wordpress.com
  • ayutawil.blogspot.co.id
  • uuswatunhasanah.tumblr.com
  • rancaaspar.wordpress.com
  • sriwahyunifisika10.blogspot.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s