Maklube


Jurnal Ramadhan. Day 11.

Kemarin menjadi hari yang sangat menarik. Aku diajak oleh Ahu, teman kelasku di blok ini, untuk buka puasa bareng di kosannya. Kosannya tidak jauh dari rumah, lima menit bersepeda. Aku sampai kesana pukul 8 malam, tepat pada saat Ahu masih mempersiapkan menu inti buka puasa kami. Maklube.

Maklube adalah makanan khas dari Turkey, negara asal Ahu. Maklube sangat akrab dengan pesan kebersamaannya, soalnya biasanya, makanan ini dimakan secara berjamaah di satu nampan besar tersebut. Penampakan makanan ini sangat menarik karena warnanya yang beragam, juga bisa didesain sesuka hati.

Maklube dalam bahasa Turki artinya “dibalik”. Itu karena, cara menuangkan bagian yang erada di tengah itu sama dengan cara menyajikan kue tart. Kamu perlu membaliknya, untuk menghiasnya.

IMG-20160615-WA0028

Bagian bundar ditengah itu adalah nasi dengan campuran ayam goreng, kentang goreng, dan jagung manis. Nasi diolah dengan cara yang khas. Awalnya ku kira itu nasi goreng. Tapi ternyata, pertama-tama kita perlu untuk merendam beras approximately 1 jam, habis itu beras dititiskan sampe air hilang. Nah rendaman beras itulah yang kemudian digoreng (2 sendok minyak goreng dan satu blok kecil mentega). Saat mentega seluruhnya sudah diresap oleh ‘beras goreng’ itu, maka itu berarti saatnya menyusun beras goreng tadi, dengan ayam, kentang, jagung dan apapun yang anda suka ke dalam panci.

Ingat yah, disusun. Jadi tidak langsung dicampurkan semuanya. Biasanya ayam goreng yang ditaruh paling bawah, habis itu lapisan pertama nasi, terus kentang goreng di lapisan berikutnya, terus ditutup nasi lagi, terus masukkan jeruk manis, terus nasi, dan seterusnya. Terserah kreativitas. Jangan lupa untuk mengolesi panci dengan mentega terlebih dahulu, agar nanti bisa membentuk bundar panci yang sempurna.

Lantas apa yang membuat mereka jadi padat penampakannya kayak kue? Well, setelah tersusun dengan cantik di dalam panci, kita harus menuangkan air mendidih di dalamnya. Banyaknya kira-kira jika air tingginya sudah satu ruas jari diatas permukaan nasi yang disusun tadi. Habis itu masaklah seperti biasa sampai air tersebut habis, dan ‘beras goreng’ tadi sudah menjadi nasi yang sebenar-benarnya.

Sedangkan dekorasi luar yang berwarna-warni itu, tak lain dan tak bukan adalah salad + yogurt. Sekali lagi, desainnya terserah anda. Mau dibentuk bintang kek, love kek, do as you wish. hehehe.

Rasanya? Lumayan. Hihihi. Bolehlah buat lidah mencoba cita rasa baru. Wakakakak.

Anyway, thank you Ahu. I’ll be glad to come again to your home and meet your lovely house mate. They were very welcome. Nice to meet them all 🙂

PS: To Ahu, I really want to upload our ‘crazy’ video but this wordpress does not support any type of video upload. hahaha. lol.

*****************************************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

  • bukanamnesia.blogspot.com;
  • nuralmarwah.com;
  • inanovita.blogspot.co.id;
  • burningandloveable.blogspot.com;
  • inditriyani.wordpress.com;
  • rahmianarahman.blogspot.com;
  • kyuuisme.wordpress.com
  • begooottt.wordpress.com
  • ayutawil.blogspot.co.id
  • uuswatunhasanah.tumblr.com
  • rancaaspar.wordpress.com
  • sriwahyunifisika10.blogspot.com

 

Advertisements

2 thoughts on “Maklube

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s