Beberapa Harta Karun yang Harus Ku Simpan #7


Tulisan Ramadhan. Day 16.

Aku masih ingat -entah denganmu- momen begitu kau sampai ke negeri sakura. “Jangan lupa tulisannya nah.” Aku kala itu hanya mengernyit, tidak mengerti. “Tulisan apa?” Lalu kau membalas pesan ku dengan buru-buru, “Ish, tidak pernah pako menulis tentang saya.” Aku tersenyum, haru.

Oh, yang kau maksud pasti tulisan ini. Tulisan harta karun.

Aku selalu menunggu moment yang pas untuk menulis jenis tulisan ini. Tidak boleh terburu-buru, setiap harta karun punya masanya sendiri untuk dituliskan. 

Sebab, tulisan harta karunku adalah cecap terimakasih untuk orang-orang yang ku perduli. Semakin kesini saya semakin yakin, tidak ada hal yang lebih baik ku lakukan selain menulis. Maksudku, sayang sekali aku bukan orang yang kreatif, tidak bisa sulap barang-barang untuk menjadi sesuatu yang indah untuk diberikan kepada orang-orang yang ku sayangi. Juga bukan orang kaya, yang bisa selalu beli kado. Terlebih lagi bukan sahabat/saudara/kakak/adik yang baik untuk selalu hadir pasang badan menemani hari-hari.

Maka, Uswatun Hasanah sayangku, tulisan inilah hal terbaik yang bisa ku upayakan untuk mengisyaratkan betapa aku sangat bersyukur pada qadar Allah, bisa menjadi salah satu bagian kecil dari… orang-orang terdekatmu. (Ku harap begitu, dan selalu begitu, aamiin)

Selamat hari lahir 🙂

Hari keberangkatan kamu ke Jepang kala itu tidak ku tulis karena kau terlanjur meminta. hehe. Aku suka memberikan kejutan. Makanya aku menunggu saat yang lain untuk menulis tentangmu. Karena aku yakin, kedepannya kau akan semakin keren dimataku. Aku membayangkan pencapaian-pencapaian di masa depan yang akan kau raih, yang patut dirayakan dengan tulisan ini. Tapi akhirnya hari ini aku menulis juga. hehe.

Semoga segala kemurah-hatian Allah selalu menujumu 🙂

1364884250385

Tiba-tiba aku takut, umurku besok sudah habis. Sedang perasaan bahagiaku kepadamu belum ku sampaikan. Olehnya itu, tidak mau menunda-nunda lagi, tulisan ini ku buat untukmu. Tidak ada hal yang paling malang selain tidak sempat menyatakan perasaan ke orang yang kau tuju bukan? 

Agar kau bisa tahu, kau selalu sahabat yang istimewa untukku. Walau tidak jarang juga saling sensi, hihihi, tapi ku harap kita bisa selalu tahu bagaimana mengakhirinya dengan baik. Tetaplah menjadi Oshin yang ku kenal hatinya, kau tahu kan betapa aku tidak suka orang-orang yang hatinya berubah. Menurutku hati yang berubah itu tidak seksi, tidak setia. Hahaha.

Aku suka kita yang saling menyemangati, tidak saling meninggalkan. Bahkan saat ini kau sudah jauh lebih dewasa dibandingku. Kau selalu bisa mengembalikan semangatku yang kadang-kadang bisa aus sewaktu-waktu.

Tapi, apapun yang terjadi, sepertinya aku akan selalu suka kamu.

Semoga kita selalu bisa bersama dalam kebaikan. Semoga chat-chat kosong selalu ramai. Semoga selalu bisa saling curhat. Semoga selalu bisa saling menginspirasi. Semoga studimu lancar. Semoga jarak adalah penopang yang kuat untuk hatimu yang sering rindu 🙂

Selamat ulang tahun, besties..

.

.

NB: Jangko ganti nama kontak ‘Ammaku’ di hape mu nah. Awas kalau mu ganti. hahaha.

*****************************************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s