Life that I Need


Tulisan Ramadhan. Day 18.

Semua hal yang paling baik terjadi dalam hidupku, diberikan oleh Allah disaat aku tidak memintanya. Disaat aku sama sekali tidak sadar aku akan sangat membutuhkannya.

Seperti kedua orang tuaku. 

Ayahku adalah bapak yang pemarah, sedangkan ibuku adalah mama yang tidak sanggup meninggalkan anaknya tanpa penjagaan dan doa. Betul mereka tidak sempurna. Tapi semarah-marahnya ayahku, dia tidak akan membiarkan anaknya terlukai. Betul perlindungannya kadang-kadang memenjara, tapi dia juga orang pertama yang bertanggung jawab dimasa-masa anaknya tertimpa kemalangan. Betul ibuku perempuan yang sederhananya keterlaluan, tapi dialah orang yang menyerah pada mimpi-mimpinya untuk mempersiapkan masa depan anaknya.

Seperti sahabat-sahabatku.  

Tidak pernah ada doa untuk dipertemukan dengan mereka. Tidak ada. Tapi Allah memberikannya secara percuma. Rasanya Allah ingin aku tahu, ini hadiah karena kamu sudah berusaha menjalani hidupmu dengan upayamu yang paling baik.

Seperti lingkungan dimana aku bisa berkembang dan merasa nyaman.

Siapa yang bisa sangka aku yang kaku bisa langsung lumer disana, tempat yang isinya orang-orang keren. Tempat dimana aku mulai belajar berbagi. Kalau bukan Allahku, aku mana akan bersyukur bisa menjadi bagian dari mereka?

Begitulah. Hal-hal yang paling ku syukuri, diberikan oleh Allah secara cuma-cuma.

Sedangkan, untuk hal-hal yang ku pikir terbaik untuk diriku sendiri, yang terang-terangan ku tengadahkan tangan memohon kepadaNya, Dia punya caranya sendiri dalam memberi.

Banyak hal-hal yang ku pinta, yang ku sangka baik untuk kehidupanku, yang Dia kabulkan untuk mengujiku.

Seperti permintaanku untuk sekolah jauh.

Lalu Dia mengujiku dengan hal-hal yang sangat ku ingini: perkuliahan yang lancar juga teman yang banyak. Seakan-akan Dia bilang: inilah hal yang kau inginkan, maka kau harus berupaya keras untuk itu.

Juga, banyak hal-hal yang ku minta dengan kesungguhan, karena ku inginkan menjadi hal terbaik dihidupku, tapi tidak Dia berikan.

Seperti aku yang meminta hidupku didekatkan denganmu.

Yah, Dia menolak mengabulkan permintaanku. Karena Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang sangat bermanfaat untukku, yang ku butuhkan.

Dia, Allahku, memang Se-Maha Penyayang itu.

🙂

*****************************************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

Advertisements

One thought on “Life that I Need

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s