Namaku dengan Atribut ‘ku’ Dibelakang


Fiksi Ramadhan. Day 20.
(Tulisan ini sudah pernah diposting empat tahun lalu dengan judul yang sama)

Detik ini aku tengah meletup rindu, terhadap suatu pernah kau memanggil namaku dengan atribut-ku dibelakangnya.

Rasanya sudah lama sekali waktu membelakangi kebersamaan itu. Dan hujan di kotaku yang panas kali ini membuatku melamunkannya.

Namaku dengan atribut -ku dibelakangnya, terasa sudah usang sekali. Dan aku baru saja mengeluarkannya dari kardus yang penuh debu.

…………………….
…………………….

Tunggu, jangan salah paham dulu. Aku sama sekali tak bermaksud untuk memintamu mengulangnya. Itu sudah cukup dulu. Walau aku rindu, teramat, tapi bagiku lebih bijak jika ku konversi menjadi doa.

Aku berdoa pada Tuhan agar 3 atau 5 tahun lagi, seseorangku yang sah akan memanggilku dengan sebutan itu. Namaku dengan atribut -ku dibelakangnya. Jika harapan kita sama, maka berdoa pula lah pada tuhan kita. Semoga di waktuku yang halal itu, kau yang terpilih untuk mengucapkannya. Memanggilku dengan atribut -ku dibelakang. Aamiin 🙂

*****************************************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s