Tiga Tahun Lalu


Fiksi Ramadhan. Day 19.

Suatu kali ada seseorang yang pergi. Lama. Ingin ia pupuk dulu rindunya. Semakin lama rindu semakin menggunung pikirnya. Maka ia menahan dirinya pulang begitu kuat. Begitu lama. Ia masih belum mau pulang. Masih memupuk rindu.

Kali bersamaan ada yang menunggu begitu lama. Menahan rindu terlalu lama. Setiap membuncah ditampik. Tiap membanyak dibuang. menunggu terus menerus. Merindu begitu banyak begitu lama.

Hingga ada hari seorang yang pergi kembali. memikul rindu yang berat. Menemui yang menunggu.

tapi,

yang menunggu membuang rindu yang berat yang dibawa pulang.

apa yang salah?

Ternyata bagi yang menunggu, terlalu lama bisa menjadi boomerang. Terlalu lama menunggu = membiasakan diri tanpa siapa-siapa. Hingga bahkan saat yang pergipun kembali, semuanya menjadi biasa biasa saja.

*****************************************

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan. Baca tulisan teman lain di:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s